Senin, 29 Juli 2013

Infeksi Cytomegalovirus (CMV)

Infeksi Cytomegalovirus (CMV) adalah suatu kondisi medis yang ditandai dengan infeksi oleh cytomegalovirus, suatu virus yang tergolong keluarga virus herpes yang dapat menyebar dengan mudah melalui cairan tubuh, seperti :
  • darah
  • air liur, 
  • urin, 
  • mani, 
  • air susu ibu.
Hampir semua orang akan terinfeksi oleh virus ini tetapi kondisi ini jarang menimbulkan gejala karena sistem kekebalan tubuh mampu melawan virus ini. Namun, pada orang-orang yang sistem kekebalan tubuh yang melemah, seperti orang yang telah melakukan transplantasi organ atau sedang dalam pengobatan kemoterapi, mereka dapat mengalami gejala, seperti:
  • demam
  • diare
  • gangguan penglihatan
  • kejang. 
Tidak ada pengobatan untuk kondisi ini. Sekali terinfeksi, virus tetap hidup dalam tubuh orang tersebut, tetapi biasanya dalam stadium dorman (inaktif), seumur hidup. Ada tiga tipe CMV:
  •  CMV Primer (ketika seseorang terinfeksi oleh CMV untuk pertama kalinya),
  •  CMV Rekuren (reaktifasi dari infeksi CMV sebelumnya yang dorman) 
  •  CMV Kongenital (infeksi CMV yang berasal dari ibu yang terinfeksi CMV). 
CMV primer pada wanita hamil dapat menyebabkan CMV kongenital pada bayi baru lahir karena virus dapat ditularkan kepada sang bayi. Bayi-bayi yang menderita CMV kongenital lahir dengan penyakit ikterus, pembesaran limpa, ruam, dan berat badan lahir yang rendah. Mereka juga memiliki resiko tinggi untuk mengalami ketulian dan masalah perkembangan di kemudian hari

Penyebab Infeksi Cytomegalovirus adalah:

  • Bersentuhan langsung dengan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi
  • Bersentuhan langsung dengan darah orang yang terinfeksi
  • Ibu yang terinfeksi menularkan virus kepada anaknya yang belum lahir
  • Melakukan hubungan seks dengan orang yang terinfeksi
  • Reaktivasi dari sitomegalovirus

Risiko terjangkit Infeksi Cytomegalovirus meningkat bila Anda:

  • Dilahirkan dengan ibu yang menderita kondisi medis ini selama masa kehamilan
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Sempat kontak langsung dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi, seperti air liur, air susu ibu, air seni

Infeksi Cytomegalovirus dapat menyebabkan komplikasi sebagai berikutnya:

  • Bayi anda dapat mengalami Kejang
  • Bayi anda dapat mengalami Keterbelakangan Mental
  • Bayi anda dapat mengalami Retinitis
  • Bayi anda dapat mengalami Tuli
  • Bayi anda dapat mengalami Uveitis
  • Bayi anda mungkin memiliki resiko Autis yang lebih tinggi
  • Bayi anda mungkin memiliki resiko Penyakit Hiperaktifitas Defisit Perhatian yang lebih tinggi
  • Menyebabkan kematian dini bayi
Bagaimana CMV Diobati?
Pada awal, pengobatan untuk CMV meliputi infus setiap hari. Karena harus diinfus setiap hari, sebagian besar orang memasang ‘keran’ atau buluh obat yang dipasang secara tetap pada dada atau lengan. Dulu orang dengan penyakit CMV diperkirakan harus tetap memakai obat anti-CMV seumur hidup.
Setelah mulai penggunaan ART, pasien dapat berhenti memakai pengobatan CMV jika jumlah CD4-nya di atas 150 dan tetap begitu selama sedikitnya tiga bulan. Namun ada dua keadaan yang khusus:
  1. Sindrom pemulihan kekebalan dapat menyebabkan radang yang berat pada mata Odha walaupun sebelumnya tidak pernah sakit CMV. Dalam hal ini, biasanya pasien diberikan obat anti-CMV bersama dengan ART-nya.
  2. Bila jumlah CD4 turun di bawah 50, risiko penyakit CMV meningkat.


DAFTAR PUSTAKA
http://www.persify.com/id/perspectives/medical-conditions-diseases/infeksi-cytomegalovirus-_-9510001031178
http://www.spiritia.or.id/li/bacali.php?lino=501





1 komentar:

  1. Posting yang bagus dan berguna. Ditunggu posting-posting lainnya, Dok

    BalasHapus